| Hou About U ? | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Ubai pkw +7 05:30 wiltim
Minggu, 06 November 2011
Memantau Transkip Nilai Istri di Stiesia
Cerita Idul Adha 2432 H
Hidup adalah Ibadah dan Ibadah itu Butuh
Pengorbanan"
Akhirnya sampai kantor juga.....@pakuwon engineering
Di jalan suasananya mendung dan disertai gerimis kecil, bikin mood jadi ngantuk.....
Aktifitas hari ini lumayan menyenangkan. Bayangkan berangkat dari Perum Tas III Wonoayu sidoarjo pukul 04.40 waktu indonesia bagian barat, langsung meluncur ke Masjid Al-Akbar Surabaya untuk menjalankan sholat Idha bersama istri tercinta, boleh di bilang masjid ini merupakan masjid penuh kenangan kami berdua dimana pada tanggal 18 Maret 2011 kami melangsungkan ikatan janji suci pernikahan (akad nikah) tepat pukul 09.00 di area A persis di depan pengimaman masjid al-Akbar. pada saat itu yang menikahkan adalah kepala KUA Kedurus Sby, dan kutbah nikah adalah Bp. KH. Abdussomad bukhori, yang tidak lain adalah ketua MUI Jawa Timur, bener-bener spesial bukan....lho..lho kok jadi merambat cerita pribadi ya. tidak apalah namanya juga blog curhat semoga pembaca juga bisa merasakan hal seperti saya.....hehhe.
Berlanjut kembali ke cerita hari ini ya, sampai di Masjdi Al-Akbar surabaya pukul 05.04 wib, saya dan istri masih beruntung di mana kami masih dapat shof agak depan yaitu baris ke 5, tepat di depan imam.... Alhamdulillah saya bisa lansung melaksanakan sholat Shunnah Takhiatul Masjid di masjid bersejarah itu. kemudian bertakbir dan bertahmid sampai persis pukul 06.00 wib acara sholat idul adha di mulai. dalam sela menjelang sholat di mulai kurang 5 menit tampak Gubernur Jawa Timur Bp. Sukarwo beserta staf memasuki area Masjid. tampak sorot mata para jama'ah sedikit terganggu dengan kedatangan orang berpengaruh di jawa timur tersebut dengan ciri khas kumis tebah yang biasa di sebut Pakde Karwo. sholat Id pun dimulai sayang yang jadi imam sholat Id bukan H Abd Hamid Syarifudin (Imam Besar Masjid
Nasional Al Akbar Surabaya). tapi tidak apalah padahal saya ingin mendengarkan lantunan Qira'ahnya yang bener-bener membuat hari saya takjub dengan suranya. waktu itu saya bisa kenal lebih dekat melalui Ngaji internet yang di selenggarakan di Masjid Al-Akbar pada saat bulan puasa ramadhan setelah sholat jum'at. saya pun sempat bersalaman dengan beliau.
Next ya setelah sholat Id selesai barulah mendengarkan khutbah yang di sampaikan oleh Khatib : Drs Moh Sudjak, M.Ag (Kakanwil Kementrian Agama
Prop. Jawa Timur). Tema : "Hidup adalah Ibadah dan Ibadah itu Butuh
Pengorbanan", judul yang menarik sesuai dengan isi kutbah.
Next ya setelah khutbah selesai saya pun tertuju pada Gubernur jawa timur Bp. Sukarwo, agar bisa bersalaman, walhasil akhirnya kesampaian juga, saya merangsek maju kedepan Alhamdulillah ya sesuatu (haha syahrini bangGET) saya pun bersalaman Dengan Pakde Karwo.soalnya bisa berjabat tangan langsung dan selama ini saya hanya melihar dari layar kaca atau koran ....:D, maklum lah rakyat biasa. semoga nanti saya bisa jadi gubernur haha, minimal jadi kepala rumah tanga saja sudah cukup ya.
Beda lagi dengan istri saya, dia juga beruntung bisa dapat shof depan baris ke 4, persis di belakang istri PAkde Karwo, sayang istri saya tidak bisa berjabat tangan.......
Next ya, selesai sholat langsung pulang ke Pondok mertua indah, di rumah sidah di sambut dengan harumnya nasi kuning ala mertua. makan sudah bareng-bareng dengan keluarga... sambil nonton TV liat film, ada suara ketuk pintu ternyata panitia kurban sedang membagikan daging kurban, insting saya lansung tertuju pada sate, istri saya langsung mendukung dan di bantu adek dari istri saya. saya dan istri pergi ke pasar kedurus untuk membeli bumbu dan arang untuk membuat bahan sate, adek dirumah menyiapkan peralatan dan tempat bakaran..... bakar sate pun di mulai, suasana mendung membuat makin terasa nikmat, satu demi satu sate pun saya bakar, sambil membakar saya pun menyanap panas- panas .............hemmmmmmmmm maknyus kalau pak bondan yang bilang. istri saya pun selesai membuat bumbu. setelah itu baru makan-makan lagi bersama-sama.... nikmat sudah perjalanan hari ini, bagi yang tidak bisa bersyukur tidak akan bisa merasakan nikmat yang di anugerahkan oleh Alloh SWT kepada kita.
Waktu menunjukkkan pukul 02.00 pm. saya pun bergegas mandi dan sholat dhuhur....
habis sholat langsung deh tanjap gas goes to office engineering pakuwon.
ya begitulah cerita saya hari ini bener-bener melelahkan ya tapi menyenangkan buat kami berdua.....hhhmm sudah dulu ya, waktunya sholat ashar ni..... ngantuk juga bis ini ngopi kayaknya mantap
da ya.
Jumat, 04 November 2011
Bantu Istri Buat Tugas Resume "Kampus Stiesia"
Nama : Novita Eka Sari
NPM : 07.1.01.05117
Mata
Kuliah : Manajemen Keuangan Internasional (MKI)
Tugas :
Merangkum BAB 2 (Arus Dana
Internasional)
I.
NERACA
PEMBAYARAN
Neraca
Pembayaran (Balance Of Payments) adalah ukuran dari semua transaksi
antara penduduk dalam negeri dengan penduduk luar negeri selama periode waktu
tertentu atau bias dikatakan Laporan arus pembayaran (masuk dan keluar) untuk
suatu Negara.
Pencatatan Transaksi dilakukan dengan Pembukuan Berpasangan (Double
Entry Bookkeeping) yaitu tiap transaksi dicatat satu sebagai kredit dan
satu lagi sebagai debit.
Jadi , total kredit dan debit dari neraca pembayaran sebuah
Negara akan sama secara agregat, namun bagi komponen-komponen dari neraca
pembayaran mungkin terdapat surpulus dan deficit.
Neraca Pembayaran dapat dipecahkan ke dalam berbagai komponen.
Komponen yang paling penting adalah :
A.
Neraca berjalan.(current account) adalah ukuran perdagangan barang dan jasa
internasional suatu Negara yang paling luas.
Komponen utamanya adalah Neraca
Perdagangan (balance of trade) yaitu selisih antara ekspor dan impor. Jika
Impor lebih tinggi dari ekspor, maka yang terjadi adalah deficit neraca
perdagangan . Sebaliknya jika ekspor lebih tinggi dari impor, yang terjadi
adalah surplus.
Neraca Barang dan Jasa (balance of
goods and sevice) adalah
neraca perdagangan ditambah jumlah pembayaran bunga neto kepada
investor-investor luar negeri dan penerimaan deviden dari investasi, serta
penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pariwisata dan transaksi-transaksi
lain.
Transfer Unilateral adalah pencatatan bagi bantuan-bantuan dan
pemberian-pemberian antar pemerintah dan antar pihak swasta.
B.
Neraca Modal (capital account) mencerminkan perubahan-perubahan dalam kepemilikan
aset jangka pendek dan jangka panjang suatu Negara.
II.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NERACA BERJALAN
Karena saldo neraca berjalan
sebuah Negara dapat secara signifikan mempengaruhi perekonomiannya, adalah
penting untuk mengidentifikasi dan memonitor factor-faktor yang mempengaruhi
neraca berjalan. Factor-faktor yang paling berpengaruh adalah :
1. Inflasi
2. Pendapatan
Nasional
3. Restriksi
Pemerintah
4. Nilai
Tukar (kurs) valuta
a. Dampak Inflasi
Jika laju inflasi sebuah Negara meningkat relative terhadap
inflasi Negara-negara mitra dagangnya , neraca berjalannya akan menurun (dengan
asumsi hal-hal lain tidak berubah). Konsumen dan kerjasama / persekutuan dalam
Negara tersebut akan membeli lebih banyak barang dari luar negeri (karena
tingginya inflasi local), sementara ekspor ke negara-negara lain akan menurun.
b. Dampak Pendapatan Nasional
Jika tingkat pendapatan nasional disebuah Negara meningkat
dengan presentase relative lebih tinggi dari Negara-negara lain, neraca
berjalannya akan menurun cateris paribus.
Jika pendapatan riil (yaitu, pendapatan yang telah disesuaikan dengan
inflasi) meningkat, konsumsi barang juga meningkat. Sebagian peningkatan
konsumsi akan diwujudkan dalam pembelian produk-produk impor.
c. Dampak Restriksi Pemerintah
Jika pemerintah sebuah Negara mengenakan pajak atas barang-barang
impor (yang sering disebut dengan tariff) , harga dari barang-barang impor
tersebut bagi konsumen akan meningkat, besarnya tarif yang dikenakan oleh
pemerintah lain. Namun, sejumlah industry relative sangat dilindungi daripada
industry-industri lain. Produk-produk
pakaian dan pertanian Amerika secara historis menerima lebih banyak
proteksi dari pesaing-pesaing asing.peningkatan dan atau perluasan tarif di AS
akan meningkatkan saldo neraca berjalan AS, kecuali kalau Negara-negara lain
melakukan tindakan-tindakan balasan.
Selain tariff , sebuah pemerintah dapat mengurangi impor dengan
menciptakan kuota (quota) atau
jumlah maksimum yang bias diimpor. Kuota telah diterapkan ke berbagai macam
barang yang diimpor oleh AS dan Negara-negara lain.
Restriksi perdagangan mungkin bias menyelamatkan lapangan
kerja, tetapi juga ada biayanya. Restriksi perdagangan cenderung hanya
menguntungkan sejumlah industry dan merugikan industry-industri yang lain ,
karena Negara-negara lain mengambil tindakan balasan dengan mengenakan
restriksi mereka sendiri. Dalam hal ini impor oleh kedua Negara bias berkurang
sehingga tingkat neraca berjalan tidak jauh berbeda dengan level sebelum adanya
restriksi tambahan.
Gerakan umum jangka panjang ke arah perdagangan bebas terus
diganggu oleh kontroversi menyangkut dumping
(penjualan produk di bawah harga wajar) . Dumping seringkali dirasa sebagai
hasil dari subsidi pemerintah kepada para eksportir.
d. Dampak Nilai Tukar
Valuta tiap Negara dinilai dari perspetif valuta lain memakai
konsep nilai tukar (kurs) , agar valuta-valuta dapat saling dipertukarkan demi
mempermudah transaksi-transaksi internasional . nilai dari sebagian valuta
berfluktuasi sepanjang waktu karena pengaruh pasar dan pemerintah.
Jika nilai valuta sebuah
Negara mulai naik relative terhadap valuta-valuta Negara lain, cateris paribus,
saldo neraca berjalannya akan menurun. Produk-produk yang diekspor oleh Negara
tersebut akan menjadi lebih mahal bagi Negara-negara pengimpor. Konsekuensinya
permintaan akan produk-produk tersebut akan menurun.
Valuta local yang kuat akan
memperburuk saldo neraca berjalan jika produk-produk yang diperdagangkan
bersifat elastis harga yaitu sensitive terhadap perubahan-perubahan harga.
Jika dolar yang kuat akan
menurunkan saldo neraca perdagangan AS maka sebaliknya dolar yang lemah akan
memperbaiki neraca perdagangan . melemahnya dolar akan menurunkan harga yang
dibayar importer-importir luar negeri atas produk-produk AS, sehingga
meningkatnya permintaan luar negeri atas produk-produk AS.
III.
MEMPERBAIKI
DEFISIT NERACA PERDAGANGAN
Setiap kebijakan yang akan meningkatkan permintaan luar negeri
atas produk-produk domestic akan memperbaiki posisi neraca perdagangan.
Permintaan luar negeri bias meningkat jika harga ekspor menjadi lebih menarik.
Hal ini bias terjadi jika inflasi dalam negeri relative rendah atau jika nilai
valutanya mengalami depresiasi, sehingga membuat harga impor menjadi lebih
rendah dari perspektif Negara-negara lain.
Kurs mengambang (floating exchange rate) dimungkinkan bias
mengoreksi ketidakseimbangan perdangan
internasional dengan cara sebagai berikut.
-
Defisit neraca perdagangan menyiratkan bahwa Negara
yang dimaksud menghabiskan lebih banyak dana untuk membeli produk luar
dibandingkan dana yang diterima dari
ekspornya ke luar negeri.
-
Karena Negara tersebut menjual valutanya (untuk
membeli produk luar negeri) dalam jumlah lebih bersar daripada permintaan luar
negeri terhadap valuta tersebut , nilai valuta tersebut akan menurun.
-
Penurunan ini akan mendorong lebih banyak
permintaan atas produk-produk Negara tersebut dimasa depan.
Mengapa Valuta yang lemah tidak
selalu merupakan solusi yang sempurna ?
1. Kemungkinan
munculnya kebijakan harga baru dari pesaing-pesaing asing sebagai reaksi
terhadap pergerakan nilai tukar.
2. Valuta
dari sejumlah Negara lain juga melemah pada saat yang sama, yang membuat
perusahaan-perusahaan local mereka tetap memiliki keunggulan kompetitif yang
sama dengan perusahaan-perusahaan AS.
3. Transaksi-transaksi
perdagangan internasional merupakan hasil negosiasi sebelumnya dan tidak bias
diubah dengan cepat.Jarak waktu antara perubahan nilai dolar dengan perubahan
impor AS, untuk alas an yang sama. Importer-importir
AS tidak akan segera berpindah
membeli produk-produk dalam negeri pada saat dolar melemah, importer tersebut
mungkin telah membentuk hubungan jangka panjang dengan mitra dagangnya di luar
negeri.
4. Adanya
hubungan yang unik antara importer dan eksportir yang berada di bawah
kepemilikan yang sama.
IV.
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI NERACA MODAL
1. Kebijakan
masing-masing pemerintah yang memiliki wewenang atas arus modal yang keluar
masuk negaranya.
2. Perangkat-perangkat
pengontrol arus modal yang diciptakan oleh pemerintah.
3. Perkiraan
pergerakan nilai tukar oleh para investor yang kemudian tercermin dalam harga
sekuritas.
V.
BADAN-BADAN
YANG MENDORONG PERTUMBUHAN BISNIS INTERNASIONAL
1. International Monetary Fund (IMF)
Badan yang didirikan pada
tahun 1944 untuk mendorong dan memafsilitasi perdagangan dan pembiayaan
internasional.
2. Compensatory Financing Facility (CFF)
Fasilitas yang ditunjuk untuk mengurangi dampak dari
ketidakstabilan ekspor atas perekonomian Negara.
3. Special Drawing Rights (SDRs)
Cadangan yang dibentuk IMF digunakan untuk transasksi-transaksi
antar pemerintah dan berfungsi sebagai suatu unit perhitungan yang digunakan
untuk mendenominasi sejumlah barang dan jasa internasional serta sejumlah
deposito dan kredit internasional.
4. Inernasional Bank For Reconsruction and
Development (IBRD)
Bank yang didirikan pada tahun 1944 untuk membantu pembangunan
ekonomi dengan menyediakan pinjaman kepada Negara-negara yang membutuhkan.
5. Structural Adjusment Loan (SAL)
Fasilitas yang dibentuk bank dunia dengan tujuan untuk membantu
pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu Negara melalui proyek – proyek pembiayaaan.
6. Multilateral Investment Guarantee Agency (
MIGA )
Badan yang didirikan oleh bank dunia , menawarkan berbagai
bentuk asuransi resiko politik kepada korporasi.
7. Internasional Financial Corporation (IFC)
Perusahaan yang didirikan untuk mendorong pertumbuhan
korporasi-korporasi swasta di berbagi Negara.
8. Internasional Development Association (IDA)
Asosiasi yang dibentuk untuk merangsang pembangunan , khususnya
untuk Negara-negara berkembang.
9. Bank For International Settlements (BIS)
Institusi yang memfasilitasi kerjasama antar negera yang
terlibat dalam transaksi-transaksi internasional dan menyediakan bantuan kepada
Negara-negara yang sedang mengalami masalah-masalah pembayaran internasional.
10. Badan Pembangunan Regional
Pada tahun 1990 European Bank For Reconstruction and
Development dibentuk untuk membantu Negara-negara Eropa Timur menyesuaikan diri
dari komunisme ke kapitalisme.
Langganan:
Postingan (Atom)